Senin, 09 Juni 2014

Indera Pendengaran - Cara Kerja Nistagmus





Nama Mahasiswa       : Putri Septiani     Nama Asisten    : Fathin Nibras
NPM                           : 17513044
Tanggal Pemeriksaan : 14 Juni 2014      Tanda Tangan Asisten 



1.         Percobaan                                : Indera Pendengaran
Keseimbangan memahami bahwa cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak antar bayang akan menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu. Memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya nistagmus.
Nama Percobaan                     : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
(suatu gejala yang timbul akibat keseimbangan dalam telinga bagian dalam terganggu sehingga menyebabkan pendengaran menjadi berkurang atau pendengaran kabur dan kepala menjadi pusing).
Nama Subjek Percobaan         : Putri Septiani
Tempat Percobaan                   : Laboratorium Psikologi Faal
a.         Tujuan Percobaan        : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Untuk memahami cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan keseimbangan seseorang akan terganggu; memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sediakala; melihat adanya      Nistagmus.
b.         Dasar Teori                  : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Indra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam telinga. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu
1. Telinga luar, yang menerima gelombang suara.
2. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan dari udara ke tulang dan oleh tulang ke telinga dalam.
3. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang berjalan melalui nervus akustikus ke susunan saraf pusat. Telinga dalam juga mengandung organ vestibuler yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.
Telinga luar. Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga luar sampai membrane tympani. Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen (minyak telinga ). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi. Telinga Tengah (kavum tympanikus). Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil), inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan melalui persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani, sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Stapes berhubungan dengan membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule).
Telinga Dalam (labirin). Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe. Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat. Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran). Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.
1.      Tiga saluran setengah lingkaran
2.      Ampula
3.      Utrikulus
4.      Sakulus
5.      Koklea atau rumah siput
c.         Alat yang digunakan   : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa didirikan.

d.         Jalan Percobaan                       : 2.3 Cara Kerja Nistagmus
Praktikan akan berdiri didepan asissten kemudian praktikan disuruh untuk membungkukkan badan (rukuk) sambil tangan kanan memegang lutut kiri dan tangan kiri memegang telinga kanan lalu asissten memutar badan praktikan sampai 360º selama 3 (tiga) kali untuk wanita dan 5 (lima) kali untuk pria dan setelah diputar praktikan berjalan ke arah depan dan kemudian kembali ke tempat awal.
e.         Hasil Percobaan                      : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Hasilnya, biasanya penglihatan tidak jelas, apa yang dilihat menjadi berputar-putar. Hasil menurut saya ialah kepala menjadi pusing dan mata menjadi buram, berputar-putar, dan tidak fokus dan sempat terjatuh saat beberapa langkah berjalan kedepan.
f.          Kesimpulan                 : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Telinga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Bagian luar: Daun telinga, cuping telinga, liang telinga, dan membran thympany.
b. Bagian tengah: Terdiri dari tulang-tulang pendengaran, yaitu: Maleus, Incus, dan Stapes. (MIS).
c. Bagian dalam: Rumah siput (chochlea). Terdapat 2 cairan, yaitu: endolimph dan perilimph yang membuat kita seimbang saat berjalan.
g.         Daftar Pustaka                        : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Murni, A.Y,. (2003). Gangguan Pendengaran Akibat Bising. http://library.usu.ac.id/. 06 Maret 2010. 19.32.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar