Nama Mahasiswa
: Putri Septiani Nama
Asisten : Fathin Nibras
NPM : 17513044
Tanggal Pemeriksaan : 14
Juni 2014 Tanda Tangan Asisten
1. Percobaan : Indera
Pendengaran
Keseimbangan memahami bahwa cairan endolimph dan
perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak antar bayang akan
menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu. Memahami bahwa keseimbangan yang
terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya nistagmus.
Nama Percobaan :
2.3 Cara Kerja Nistagmus.
(suatu gejala yang timbul akibat keseimbangan dalam
telinga bagian dalam terganggu sehingga menyebabkan pendengaran menjadi
berkurang atau pendengaran kabur dan kepala menjadi pusing).
Nama Subjek Percobaan : Putri Septiani
Tempat Percobaan :
Laboratorium Psikologi Faal
a. Tujuan
Percobaan : 2.3 Cara Kerja
Nistagmus.
Untuk memahami cairan endolimph dan perilimph yang
terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan keseimbangan
seseorang akan terganggu; memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah
dikembalikan seperti sediakala; melihat adanya Nistagmus.
b. Dasar
Teori : 2.3 Cara Kerja
Nistagmus.
Indra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam
telinga. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu
1. Telinga luar, yang menerima gelombang suara.
2. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan
dari udara ke tulang dan oleh tulang ke telinga dalam.
3. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi
impuls saraf spesifik yang berjalan melalui nervus akustikus ke susunan saraf
pusat. Telinga dalam juga mengandung organ vestibuler yang berfungsi untuk
mempertahankan keseimbangan.
Telinga luar. Telinga luar terdiri dari daun telinga
(pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus akustikus eksternus) dan
selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini berfungsi untuk menerima
dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi sehingga menyebabkan
bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga
luar sampai membrane tympani. Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran
yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus
disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan
temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea,
dan sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar
seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang
mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang
dinamakan serumen (minyak telinga ). Serumen berfungsi menangkap debu dan
mencegah infeksi. Telinga Tengah (kavum tympanikus). Telinga tengah merupakan
suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang temporalis) yang berisi tiga
tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil), inkus (tulang
landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan melalui
persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani,
sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Stapes berhubungan dengan
membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra
ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule).
Telinga Dalam (labirin). Telinga dalam merupakan
struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-rongga tulang dan
saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa membentuk
labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga tulang
yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin
osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe. Labirin membranosa dilekatkan
pada periosteum oleh lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung
pembuluh darah. Labirin membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis
epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat. Labirin terdiri atas
tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah siput) dan 3 buah
kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran). Nistagmus adalah gerakan
mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan
tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang
dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan
air dingin ke dalam telinga. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta
berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata
terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Ada 5 bagian utama dari labirin
membran, yaitu sebagai berikut.
1. Tiga
saluran setengah lingkaran
2. Ampula
3.
Utrikulus
4.
Sakulus
5. Koklea
atau rumah siput
c. Alat
yang digunakan : 2.3 Cara Kerja
Nistagmus.
Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa
didirikan.
d. Jalan
Percobaan : 2.3 Cara
Kerja Nistagmus
Praktikan akan berdiri didepan asissten kemudian
praktikan disuruh untuk membungkukkan badan (rukuk) sambil tangan kanan
memegang lutut kiri dan tangan kiri memegang telinga kanan lalu asissten
memutar badan praktikan sampai 360º selama 3 (tiga) kali untuk wanita dan 5
(lima) kali untuk pria dan setelah diputar praktikan berjalan ke arah depan dan
kemudian kembali ke tempat awal.
e. Hasil
Percobaan : 2.3 Cara
Kerja Nistagmus.
Hasilnya, biasanya penglihatan tidak jelas, apa yang
dilihat menjadi berputar-putar. Hasil menurut saya ialah kepala menjadi pusing
dan mata menjadi buram, berputar-putar, dan tidak fokus dan sempat terjatuh
saat beberapa langkah berjalan kedepan.
f. Kesimpulan : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta
berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata
terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Telinga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Bagian luar: Daun telinga, cuping telinga, liang
telinga, dan membran thympany.
b. Bagian tengah: Terdiri dari tulang-tulang
pendengaran, yaitu: Maleus, Incus, dan Stapes. (MIS).
c. Bagian dalam: Rumah siput (chochlea). Terdapat 2
cairan, yaitu: endolimph dan perilimph yang membuat kita seimbang saat
berjalan.
g. Daftar
Pustaka : 2.3 Cara
Kerja Nistagmus.
Murni, A.Y,. (2003). Gangguan Pendengaran Akibat
Bising. http://library.usu.ac.id/. 06 Maret 2010. 19.32.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar