Nama Mahasiswa
: Putri Septiani Nama
Asisten : Fathin Nibras
NPM : 17513044
Tanggal Pemeriksaan : 14 Juni 2014 Tanda Tangan Asisten :
1. Percobaan : Indera
Pendengaran
Keseimbangan memahami bahwa cairan endolimph dan
perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak antar bayang akan
menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu. Memahami bahwa keseimbangan yang
terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya nistagmus.
Nama Percobaan :
2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Nama Subjek Percobaan : Putri Septiani
Tempat Percobaan :
Laboratorium Psikologi Faal
a. Tujuan
Percobaan : 2.2 Cara Kerja Kanalis
Semisir Kulalis Horizontal.
Untuk memahami cairan endolimph dan perilimph yang
terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan keseimbangan
seseorang akan terganggu; memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah
dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya Nistagmus.
b. Dasar
Teori : 2.2 Cara Kerja
Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Gangguan keseimbangan dapat diakibatkan oleh
gangguan yang mempengaruhi vestibular pathway, serebelum atau sensory pathway
pada medula spinalis atau nervus perifer. Gangguan keseimbangan dapat menimbulkan
satu atau keduanya dari dua tanda kardinal: vertigo – suatu ilusi tubuh atau
pergerakan lingkungan, atau ataxia – inkoordinasi tungkai atau langkah.
Pendekatan diagnosis. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan
orientasi tubuh dan bagian- bagiannya dalam hubungannyag dengan ruang internal.
Keseimbangan tergantung pada continous visual, labirintin, dan input
somatosensorius (proprioceptif) dan integrasinya dalam batang otak dan
serebelum. Gangguan keseimbangan dihasilkan dari penyakit yang mempengaruhi
sentral atau pathway vestibular perifer, serebelum atau sensori pathway yang
terlibat dalam proprioceptif. Sebagai gangguan biasanya menunjukkan satu atau
dua masalah klinik: vertigo atau ataksia. Kanalis Semisirkularis Terdapat 3
buah kanalis semisirkularis : superior, posterior dan lateral yang membentuk
sudut 90° satu sama lain. Masing-masing kanal membentuk 2/3 lingkaran,
berdiameter antara 0,8 – 1,0 mm dan membesar hampir dua kali lipat pada bagian
ampula. Pada vestibulum terdapat 5 muara kanalis semisirkularis dimana kanalis
superior dan posterior bersatu membentuk krus kommune sebelum memasuki
vestibulum.
c. Alat
yang digunakan : 2.2 Cara Kerja Kanalis
Semisir Kulalis Horizontal.
Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa
didirikan.
d. Jalan
Percobaan : 2.2 Cara
Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Praktikan akan disuruh untuk berdiri lalu menutup
mata, kemudian asissten memutar badan praktikan 360º sampai 3 (tiga) kali pada
wanita dan 5 (lima) kali pada pria lalu praktikan membuka mata kemudian
berjalan ke arah depan dan kembali ke tempat asal berdiri.
e. Hasil
Percobaan : 2.2 Cara
Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Hasilnya, biasanya mengalami kesulitan untuk
berjalan lurus namun hal ini normal karena cairan endolin dan perilim
terganggu. Biasanya tidak terlalu mengalami kesulitan untuk berjalan lurus
seperti percobaan pertama cairan endolin dan perilim mudah kembali. Hasil yang
saya buktikan ialah kepala pusing mata menjadi buram dan badan terasa lemas.
f. Kesimpulan : 2.2 Cara Kerja Kanalis
Semisir Kulalis Horizontal.
Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan
orientasi tubuh dan bagian- bagiannya dalam hubungannyag dengan ruang internal.
Keseimbangan tergantung pada continous visual, labirintin, dan input
somatosensorius (proprioceptif) dan integrasinya dalam batang otak dan
serebelum. Kesulitan berjalan lurus biasa dialami, hal ini dikarenakan cairan
endolimph dan perilimph terganggu atau bergejolak. Dan pada saat percobaan
kedua tidak terlalu kesulitan berjalan, karena cairan endolimph dan
perilimph-nya normal kembali. Jika di putar kedua lebih pusing, maka cairan
endolimp dan perilimph baru bekerja
g. Daftar
Pustaka : 2.2 Cara
Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
NN. (2009). Gangguan Keseimbangan.
http://minepoems. blogspot.com/. 06 Maret 2010. 18.45.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar