Nama Mahasiswa
: Putri Septiani Nama
Asisten : Fathin Nibras
NPM : 17513044
Tanggal Pemeriksaan : 14 Juni 2014 Tanda Tangan Asisten :
1. Percobaan : Indera Pendengaran
Keseimbangan memahami bahwa cairan endolimph dan
perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak antar bayang akan
menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu. Memahami bahwa keseimbangan yang
terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya nistagmus.
Nama Percobaan :
2.1 Cara Kerja Kepala dan Mata Normal
Nama Subjek Percobaan : Putri Septiani
Tempat Percobaan :
Laboratorium Psikologi Faal
a. Tujuan
Percobaan : 2.1 Cara Kerja Kepala
dan Mata Normal
Untuk memahami bahwa cairan endolimph dan perilimph
yang terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan
keseimbangan seseorang terganggu: memahami bahwa keseimbangan yang terganggu
mudah dikembalikan seperti sediakala; melihat adanya nistagmus.
b. Dasar
Teori : 2.1
Cara Kerja Kepala dan Mata Normal
Dalam bagian-bagian utama sistem saraf terdapat
sistem saraf yang memiliki dua bagian utama yaitu, central nervous sistem
(CNS/sistem saraf pusat) yang terletak dibagian tengora dan tulang belakang.
terdiri dari dua bagian utama yaitu otak dan sumsum tulang belakang dan
peripheral nervous sistem (PNS/sistem saraf perifer) yang terletak diluar
bagian tengkorak dan tulang belakang, yang terdiri dari dua bagian utama yaitu
sistem saraf somatis yang mengatur interaksi tubuh dengan lingkungan luar dan
memiliki dua macam saraf, yaitu saraf aferen, yang membawa input sensoris dari
reseptor diseluruh bagian butuh, seperti kulit, kuping, mata dan sebagainya
CNS. dan saraf eferen yang membawa sinyal dari CNS menuju otot-otot. Lalu ada
sistem saraf otonom yang merupakan bagian dari PNS yang berfungsi mengatur
kondisi internal manusia. Sistem saraf otonom ini juga terdiri dari saraf
aferen dan eferen. Sistem eferen dalam sistem saraf otonom terdiri dari saraf
simpatik yang berfungsi menstimulasi, mengorganisasi dan memobilisasi
sumber-sumber energi dalam tubuh untuk menghadapi stimulasi yang
menakutkan/tidak menyenangkan dan saraf parasimpatik yang berfungsi untuk
menyimpan energi dalam tubuh dan bereaksi dalam menghadapi situasi yang
menyenangkan. Organ reseptor keseimbangan terdiri dari 3 duktus semisirkularis
yang saling bertegak lurus, berada dalam kanalis semisirkularis. Sumbu gerak:
aktivasi apabila kepala mengangguk, menggeleng dan dimiringkan sehingga telinga
menyentuh bahu. Rambut sel reseptor pada kanalis semisirkularis ditutupi oleh
massa gelatinosa, yang dinamakan kupula. Gerakan kepala akan mengerakan kanalis
semisirkularis. Cairan yang mengisi duktus cenderung “tertinggal” karena
kelembamannya menimbulkan perbedaan tekanan disepanjang kupula – menjadi
pelepasan neorutransmitter yang mengaktivasi sel rambut – terjadi pelepasan
neurotransmitter yang mengaktivasi ujung sel saraf yang bersinapsis dengan sel
rambut. Stimulasi sel rambut hanya terjadi apabila gerakan cairan duktus
“tertinggal”oleh gerakan kepala, yaitu pada saat terjadi percepatan (atau
perlambatan) gerakan kepala. Nigtamus adalah pergerakan bola mata karena adanya
gerakan yang ditimbulkan oleh gerak badan, gerakan tidak sadar yang bola mata
lakukan ketika proses pergerakan itu terjadi.
c. Alat
yang digunakan : 2.1 Cara Kerja Kepala
dan Mata Normal
Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa
didirikan.
d. Jalan
Percoban : 2.1 Cara
Kerja Kepala dan Mata Normal
Praktikan akan disuruh untuk berjalan dari tempat
asissten berdiri kemudian berjalan ke depan lalu memutar balikan badan 360º
sambil menghentakkan kepala ke arah kanan atau kiri lalu berjalan kembali
kearah asissten berdiri.
e. Hasil
Percobaan : 2.1 Cara
Kerja Kepala dan Mata Normal
Hasilnya, saat berjalan biasa kedudukan kepala dan
mata seperti biasa dan tidak mengalami kesulitan, kemudian ketika memutar balik
dan menghentakkan kepala kearah kanan atau kiri kepala pusing dan mata menjadi
tidak fokus dan tidak dapat berjalan lurus.
f. Kesimpulan : 2.1 Cara Kerja
Kepala dan Mata Normal
Dari hasil percobaan yang saya lakukan, pada proses
cara kerja keseimbangan sangat dipengaruhi oleh pergerakan yang manusia
lakukan. Karena setiap pergerakan manusia dapat merangsang sistem saraf aferen
dan saraf eferen pada sistem saraf otonom yang dapat menstimulasi dan
memobilisasi energi dalam tubuh untuk menghasilkan gerak pada tubuh. Selain
itu, saya juga dapat mengetahui bahwa nigtamus berfungsi untuk mengatur
pergerakan bola mata saat terjadi gerakan pada tubuh dan terjadi secara tidak
sadar
g. Daftar
Pustaka : 2.1 Cara
Kerja Kepala dan Mata Normal
John P.J Pinel.2009.Biopsychology. Terj Biopsikologi
Edisi Ketujuh. Yogyakarta. Pustaka Belajar. Puspitawati Ira. 1998. Psikologi
Faal. Depok. Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar