Rabu, 25 Juni 2014

Mitos



Mitos tentang Kemalasan Anak Gadis Zaman Dahulu

Dahulu menurut cerita yang ada di daerah Sumatera Barat tepatnya di Bukit Tinggi,bahwa ketika anak perempuan di sana yang beranjak dewasa menjadi seorang gadis dan dia hanya bermalas malasan dirumah tidak membantu kedua orang tuanya atau melama-lamakan kerjaan yang dia lakukan disebut “gadang mika” buakan bermaksut dalam hal jorok atau apa tapi memang begitulah orang-orang daerah itu mengatakannya.

Yang kedua cerita menurut daerah yang sama yaitu Sumatera Barat,yaitu ketika anak gadis yang membantu ibu nya memasak didapur dan gadis itu menyicipi makanan yang diambil langsung dari wajan tanpa dipindahkan ke piring hidangan maka ketika menikah nanti gadis itu akan jelek selama pernikahan karena kebiasaanya ‘mencuil’ atau menyicipi makanan langsung dari wajan/penggorengan.






Putri Septiani
1PA03
17513044

Senin, 09 Juni 2014

Paragraf Deduktif - Ilmu Alamiah Dasar



Nama : Putri Septiani
NPM : 17513044
Kelas : 1PA03
Tugas : Ilmu Alamiah Dasar
Universitas Gunadarma
 
Pengertian dari paragraf deduktif, yaitu sebuah paragraf yang berpola dari umum ke khusus, artinya paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas. Pembahasan mengenai jenis paragraf yang satu ini biasa kita temui dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari SD hingga SMA. Contoh dari paragraf deduktif bisa kita temukan di pelbagai penyedia artikel, seperti internet, majalah, tabloid dan koran.

Jika digambarkan secara sederhana, format dari paragraf yang satu ini adalah : Umum - Khusus. Jadi, tentunya sangat mudah bagi Anda untuk membuat sebuah tulisa atau artikel dengan format deduktif, karena intisari dari informasi yang kita sajikan berada di awal paragraf dari tulisan tersebut. Bagaimana, sudah mengerti? Jika sudah mengerti, berikut ini kami sampaikan beberapa contohnya.

Indera Pendengaran - Cara Kerja Nistagmus





Nama Mahasiswa       : Putri Septiani     Nama Asisten    : Fathin Nibras
NPM                           : 17513044
Tanggal Pemeriksaan : 14 Juni 2014      Tanda Tangan Asisten 



1.         Percobaan                                : Indera Pendengaran
Keseimbangan memahami bahwa cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak antar bayang akan menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu. Memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya nistagmus.
Nama Percobaan                     : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
(suatu gejala yang timbul akibat keseimbangan dalam telinga bagian dalam terganggu sehingga menyebabkan pendengaran menjadi berkurang atau pendengaran kabur dan kepala menjadi pusing).
Nama Subjek Percobaan         : Putri Septiani
Tempat Percobaan                   : Laboratorium Psikologi Faal
a.         Tujuan Percobaan        : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Untuk memahami cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan keseimbangan seseorang akan terganggu; memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sediakala; melihat adanya      Nistagmus.
b.         Dasar Teori                  : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Indra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam telinga. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu
1. Telinga luar, yang menerima gelombang suara.
2. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan dari udara ke tulang dan oleh tulang ke telinga dalam.
3. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang berjalan melalui nervus akustikus ke susunan saraf pusat. Telinga dalam juga mengandung organ vestibuler yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.
Telinga luar. Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga luar sampai membrane tympani. Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen (minyak telinga ). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi. Telinga Tengah (kavum tympanikus). Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil), inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan melalui persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani, sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Stapes berhubungan dengan membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule).
Telinga Dalam (labirin). Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe. Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat. Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran). Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.
1.      Tiga saluran setengah lingkaran
2.      Ampula
3.      Utrikulus
4.      Sakulus
5.      Koklea atau rumah siput
c.         Alat yang digunakan   : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa didirikan.

d.         Jalan Percobaan                       : 2.3 Cara Kerja Nistagmus
Praktikan akan berdiri didepan asissten kemudian praktikan disuruh untuk membungkukkan badan (rukuk) sambil tangan kanan memegang lutut kiri dan tangan kiri memegang telinga kanan lalu asissten memutar badan praktikan sampai 360ยบ selama 3 (tiga) kali untuk wanita dan 5 (lima) kali untuk pria dan setelah diputar praktikan berjalan ke arah depan dan kemudian kembali ke tempat awal.
e.         Hasil Percobaan                      : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Hasilnya, biasanya penglihatan tidak jelas, apa yang dilihat menjadi berputar-putar. Hasil menurut saya ialah kepala menjadi pusing dan mata menjadi buram, berputar-putar, dan tidak fokus dan sempat terjatuh saat beberapa langkah berjalan kedepan.
f.          Kesimpulan                 : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Telinga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Bagian luar: Daun telinga, cuping telinga, liang telinga, dan membran thympany.
b. Bagian tengah: Terdiri dari tulang-tulang pendengaran, yaitu: Maleus, Incus, dan Stapes. (MIS).
c. Bagian dalam: Rumah siput (chochlea). Terdapat 2 cairan, yaitu: endolimph dan perilimph yang membuat kita seimbang saat berjalan.
g.         Daftar Pustaka                        : 2.3 Cara Kerja Nistagmus.
Murni, A.Y,. (2003). Gangguan Pendengaran Akibat Bising. http://library.usu.ac.id/. 06 Maret 2010. 19.32.

Indera Pendengaran - Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.



Nama Mahasiswa       : Putri Septiani     Nama Asisten    : Fathin Nibras
NPM                           : 17513044
Tanggal Pemeriksaan : 14 Juni 2014      Tanda Tangan Asisten :



1.         Percobaan                                : Indera Pendengaran
Keseimbangan memahami bahwa cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak antar bayang akan menyebabkan keseimbangan seseorang terganggu. Memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya nistagmus.
Nama Percobaan                     : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Nama Subjek Percobaan         : Putri Septiani
Tempat Percobaan                   : Laboratorium Psikologi Faal
a.         Tujuan Percobaan        : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Untuk memahami cairan endolimph dan perilimph yang terdapat pada telinga bila bergejolak (goyang) akan menyebabkan keseimbangan seseorang akan terganggu; memahami bahwa keseimbangan yang terganggu mudah dikembalikan seperti sedia kala melihat adanya Nistagmus.
b.         Dasar Teori                  : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Gangguan keseimbangan dapat diakibatkan oleh gangguan yang mempengaruhi vestibular pathway, serebelum atau sensory pathway pada medula spinalis atau nervus perifer. Gangguan keseimbangan dapat menimbulkan satu atau keduanya dari dua tanda kardinal: vertigo – suatu ilusi tubuh atau pergerakan lingkungan, atau ataxia – inkoordinasi tungkai atau langkah. Pendekatan diagnosis. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan orientasi tubuh dan bagian- bagiannya dalam hubungannyag dengan ruang internal. Keseimbangan tergantung pada continous visual, labirintin, dan input somatosensorius (proprioceptif) dan integrasinya dalam batang otak dan serebelum. Gangguan keseimbangan dihasilkan dari penyakit yang mempengaruhi sentral atau pathway vestibular perifer, serebelum atau sensori pathway yang terlibat dalam proprioceptif. Sebagai gangguan biasanya menunjukkan satu atau dua masalah klinik: vertigo atau ataksia. Kanalis Semisirkularis Terdapat 3 buah kanalis semisirkularis : superior, posterior dan lateral yang membentuk sudut 90° satu sama lain. Masing-masing kanal membentuk 2/3 lingkaran, berdiameter antara 0,8 – 1,0 mm dan membesar hampir dua kali lipat pada bagian ampula. Pada vestibulum terdapat 5 muara kanalis semisirkularis dimana kanalis superior dan posterior bersatu membentuk krus kommune sebelum memasuki vestibulum.
c.         Alat yang digunakan   : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Sapu tangan besar, tongkat atau batang yang bisa didirikan.
d.         Jalan Percobaan                       : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Praktikan akan disuruh untuk berdiri lalu menutup mata, kemudian asissten memutar badan praktikan 360ยบ sampai 3 (tiga) kali pada wanita dan 5 (lima) kali pada pria lalu praktikan membuka mata kemudian berjalan ke arah depan dan kembali ke tempat asal berdiri.
e.         Hasil Percobaan                      : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Hasilnya, biasanya mengalami kesulitan untuk berjalan lurus namun hal ini normal karena cairan endolin dan perilim terganggu. Biasanya tidak terlalu mengalami kesulitan untuk berjalan lurus seperti percobaan pertama cairan endolin dan perilim mudah kembali. Hasil yang saya buktikan ialah kepala pusing mata menjadi buram dan badan terasa lemas.
f.          Kesimpulan                 : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal.
Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan orientasi tubuh dan bagian- bagiannya dalam hubungannyag dengan ruang internal. Keseimbangan tergantung pada continous visual, labirintin, dan input somatosensorius (proprioceptif) dan integrasinya dalam batang otak dan serebelum. Kesulitan berjalan lurus biasa dialami, hal ini dikarenakan cairan endolimph dan perilimph terganggu atau bergejolak. Dan pada saat percobaan kedua tidak terlalu kesulitan berjalan, karena cairan endolimph dan perilimph-nya normal kembali. Jika di putar kedua lebih pusing, maka cairan endolimp dan perilimph baru bekerja
g.         Daftar Pustaka                        : 2.2 Cara Kerja Kanalis Semisir Kulalis Horizontal. NN. (2009). Gangguan Keseimbangan. http://minepoems. blogspot.com/. 06 Maret 2010. 18.45.