Pada saat ini wanita telah mengalami kemajuan dalam berbagai hal. Fenomena wanita bekerja bukan merukan merupakan hal yang aneh lagi di masyarakat. Wanita jaman sekarang bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kaum pria. Perlu diketahui bahwa fenomena wanita berperan ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus bekerja diluar rumah, dan juga sebagai pemimpin wanita sebenarnya sudah ada sejak dulu. Pada awal abad 19, di luar negri yang sebelumnya berfungsi sebagai pekerja terampil pada usaha-usaha rumah tangga yang memproduksi sampai memasarkan mulai beralih. Dampak dari revolusi industri membuat wanita banyak berpaling untuk melakukan pekerjaan diluar rumah untuk menghidupi dan menambah penghasilan rumah tangga.
Bekerja bagi setiap wanita adalah pilihan. Gerson (1985, dalam Nainggolan, dkk, 1996:78) menyatakan bahwa keputusan wanita untuk beerja dipengaruhi oleh faktor yang sifatnya komulatif, interaktif dan terus berkembang dipengaruhi baik secara langsung atau tidak dari masyarakat, keluarga dan diri sendiri sehubungan dengan harapan-harapan tertentu peran wanita yang sekaligus ibu. Keputusan untuk mengambil 2 peran berbeda yaitu di rumah tangga dan di tempat kerja tentu diikuti dengan tuntutan dari dalam diri sendiri dan masyarakat. Tuntutan dari diri sendiri dan sosial ini menyerukan hal yang sama yaitu keberhasilan dalam dua peranan tersebut. Idealnya memang setiap wanita bisa menjalani semua peran dengan baik dan sempurna, namun ini bukanlah hal mudah. Banyak wanita berperan ganda mengakui secara operasional sulit untuk membagi waktu bagi urusan rumah tangga dan urusan kantor (Izzaty,1999). Dalam Hurlock (1992) bahwa wanita tidak menyukai kalau harus melaksanakan beban tugas ganda, satu tugas dalam dunia perkantoran dan satu lagi tugas rumah tangga. Wanita merasa bersalah karena menolak tugas rumah tangga, contohnya dari sekian banyak tugas rumah tangga hanya tugas merawat anak yang dapat dilakukan atau bahkan tugas ini dilakukan oleh baby sitter. Akibatnya bagi wanita pekerja, maka kehidupan rumah tangga merasa tidak memuaskan.
Analisis : Wanita memiliki stresor yang lebih tinggi dalam kehidupan sehari hari. Selain sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus anak, membersihkan rumah saja sudah menjadi suatu stres tersendiri bagi mereka, apalagi untuk ditambah sebagai wanita kantoran yang mengurus pekerjaan kantor dan bisa pulang hingga larut malam yang membuat kelurga merasa tidak memuaskan karena pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak sempat dikerjakan. Hingga akhirnya memakai jasa baby sitter yang di satu sisi memang membantu namun memakai jasa tersebut hanya menambah pengeluaran yang cukup besar.
Referensi : Jurnal Psikologi Unair 2012 , vol 1, No. 2, 107-118
Tidak ada komentar:
Posting Komentar